Memacu arus da'wah berpandukan al-Quran dan as-Sunnah dengan methodologi Salaf. Menggerakkan arus Tajdid, Tasfiyah dan Tarbiyah. Layari laman rasmi INTIS http://intisonline.com
 
HomeCalendarFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in

Share | 
 

 TAFSIR AL-MU'AWWIDZATAIN (SURAH AL-FALAQ DAN AN-NAAS)

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Admin
Admin


Posts : 183
Join date : 12/06/2009
Age : 29
Location : Tampin

PostSubject: TAFSIR AL-MU'AWWIDZATAIN (SURAH AL-FALAQ DAN AN-NAAS)   Sat Jun 13, 2009 11:59 am

TAFSIR AL-MU'AWWIDZATAIN (SURAH AL-FALAQ DAN AN-NAAS)-1
Abu Usamah Mohd Masri bin Mohd Ramli,

TAFSIR AL-MU'AWWIDZATAIN (SURAH AL-FALAQ DAN AN-NAAS)-1

I. TAFSIR SURAH AL-FALAQ

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ {1} مِن شَرِّ مَاخَلَقَ {2} وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ {3} وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فيِ الْعُقَدِ {4} وَمِن شَرِّحاَسِدٍ إِذَا حَسَدَ {5}


Katakanlah:"Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh,(1). dari kejahatan makhluk-Nya, (2). dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gelita, (3). dan daripada kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,(4). dan daripada kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."(5)


Keutamaan Surah

Mengenai keutamaan surah ini dan surah an-Naas terdapat banyak sekali hadits, di antaranya:

-

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim daripada ‘Uqbah bin ‘Amir, dia berkata, “Rasulullah SAW., bersabda, ‘Tidakkah kamu mengetahui bahawa pada malam ini telah diturunkan beberapa ayat yang tidak pernah sama sekali dilihat ada yang semisalnya; Qul `A’uudzu bi rabbil falaq dan Qul `A’uudzu bi Rabbinnaas.’” (Shahih Muslim, hadits no.814)



-

Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanadnya daripada ‘Uqbah bin ‘Amir, di antara bunyinya menyatakan bahawa Rasulullah SAW., pernah bersabda, “Wahai ‘Uqaib! Maukah aku ajarkan kepadamu dua surah yang merupakan sebaik-baik dua surah yang dibaca manusia.?” Lalu aku berkata, “Tentu saja, wahai Rasulullah. Maka beliau pun membacakan kepadaku, ‘Qul `A’uudzu bi rabbil falaq dan Qul `A’uudzu bi rabbinnaas’ kemudian shalat pun didirikan, maka Rasulullah SAW., maju lantas membaca kedua surah tersebut, kemudian memerintahkan kepadaku seraya bersabda, ‘Bagaimana pendapatmu, wahai ‘Uqaib.? Bacalah keduanya tatkala kamu mau tidur dan bangun.’” (al-Musnad, Jld.IV, h.144; Sunan an-Nasaa`iy, Jld.VIII, h.153)



Bila Surah Ini Dibaca?

- Ketika Mengeluhkan Sesuatu Yang Sakit

Hal ini berdasarkan riwayat Malik dengan sanadnya daripada ‘Aisyah RA., bahawasanya bila Rasulullah SAW., mengeluhkan rasa sakit, beliau membacakan untuk dirinya dengan al-Mu’awwidzatain (Surah al-Falaq dan an-Naas) dan meludah kecil, namun tatkala rasa sakitnya semakin parah, maka aku pun membacakan untuknya dan menyapunya dengan kedua tangannya kerana berharap ada keberkahannya. (al-Muwaththa`, bab: at-Ta’awwudz wa ar-Ruqyah Fi al-Mardla, h.943)



- Ketika Akan Tidur

Salah satunya telah disebutkan ketika membahas mengenai keutamaannya di atas. Hadits lainnya adalah sebagaimana terdapat di dalam Shahih al-Bukhary dari ‘Aisyah RA., bahawasanya bila Nabi SAW., beranjak ke pelaminannya (untuk tidur) setiap malamnya beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya kemudian menghembus ke arah telapak tangan itu lalu membaca ‘Qul huwallaahu Ahad, Qul `A’uudzu birabbil falaq dan Qul `A’uudzu birabbinnaas,’ kemudian menyapu dengan keduanya (kedua telapak tangannya) bahagian badan yang mampu disapunya, dimulai dari atas kepala, wajah, bahagian badan selanjutnya. Beliau melakukan hal itu hingga tiga kali. (Shahih al-Bukhary, Jld.IX, h.63, hadits no.5017)



Kosa Kata


Makna lafazh `A’uudzu : Aku berlindung dan meminta perlindungan kepada-Mu, wahai Allah

Makna lafazh al-Falaq : Shubuh/pagi atau makhluk, ertinya, Allah Ta’ala memerintahkan kepada Nabi-Nya agar berlindung daripada semua makhluk


Makna lafazh Ghaasiq : Malam apabila telah memasuki kegelapan

Makna lafazh Idza Waqab : Bila matahari sudah terbit dan kegelapan malam telah menjelang

Makna lafazh an-Naffaatsaat : Wanita-wanita tukang sihir bila mereka menjampi dan meludah kecil pada buhul-buhul lalu menyihir manusia
Makna lafazh Haasid : Orang yang dengki dan hasad (dengki) adalah bercita-cita hilangnya nikmat daripada orang lain
Surah ini mengandung al-Isti’aadzah (minta perlindungan) daripada semua kejahatan baik secara umum mahupun khusus, berlindung (kembali) kepada Allah dan berlindung dengan naungan rahmat-Nya daripada segala keburukan serta berpegang teguh dengannya daripada kejahatan semua makhluk-Nya.



Beberapa Pesan


1. Wajib hanya meminta perlindungan kepada Allah semata daripada semua hal yang membahayakan, khususnya daripada kegelapan, sihir dan pelakunya, hasad dan pelakunya kerana besarnya keburukan tersebut

2. Surah ini banyak keutamaannya dan sangat berguna sekali, terutama di dalam mengubati sakit, ‘ain (penyakit yang muncul apabila dilihat oleh orang yang dengki atau orang yang kagum melihat tetapi tidak memuji Allah) dan sihir
3. Surah ini menunjukkan hakikat sihir
4. Larangan berbuat hasad (iri hati) dan bahawa ia merupakan sifat yang tercela




(SUMBER: Silsilah Manaahij Dawraat asy-Syar’iyyah- fi`ah an-Naasyi`ah- at-Tafsiir karya Dr.Ibrahim bin Sulaiman al-Huwaimil, h.57-59)
http://alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatquran&id=63
Back to top Go down
View user profile http://intisonline.com
Admin
Admin


Posts : 183
Join date : 12/06/2009
Age : 29
Location : Tampin

PostSubject: Re: TAFSIR AL-MU'AWWIDZATAIN (SURAH AL-FALAQ DAN AN-NAAS)   Sat Jun 13, 2009 12:01 pm

TAFSIR SURAT AL-MU'AWWIDZATAIN (SURAT AL-FALAQ DAN AN-NAAS)-2
Abu Usamah Mohd Masri bin Mohd Ramli, Sunday, June 22, 2008

TAFSIR SURAT AL-MU'AWWIDZATAIN (SURAT AL-FALAQ DAN AN-NAAS)-2
Kamis, 30 Desember 04
II. TAFSIR SURAT AN-NAAS

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ {1} مَلِكِ النَّاسِ {2} إِلَهِ النَّاسِ {3} مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ {4} الَّذِي يُوَسْوِسُ فيِ صُدُورِ النَّاسِ {5} مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ {6}


”Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb manusia,(1). Raja manusia,(2). Sembahan manusia, (3). Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, (4). Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, (5). Daripada jin dan manusia.’”(6)

Keutamaan Surat

Mengenai keutamaan surat ini sudah disebutkan pada bahagian lalu ketika kita membahas tentang keutamaan surat al-Falaq sehingga tidak perlu lagi dikupas.

Bila Surat Ini Dibaca?

Demikian juga mengenai hal ini sudah dibahas pada pembahasan lalu dalam tafsir surat al-Falaq.

Kosa Kata

Makna lafazh Rabbin Naas, Malikin Naas, Ilaahin Naas : Yakni Raja dan Pencipta mereka. Tiga sifat ini merupakan sifat Rabb Ta’ala; rububiyyah, al-Mulk (yang memiliki kekuasaan) dan Uluuhiyyah. Dia-lah Rabb segala sesuatu, raja dan Ilahn-nya. Segala sesuatu diciptakan untuk-Nya, dikuasai (tunduk) dan menyembah untuk-Nya.

Makna lafazh al-Waswaas : Syaithan yang diwakili manusia untuk membisikkan (kejahatan) kepada umat manusia, menghiasi bagi mereka keburukan dan maksiat (sehingga menjadi baik dalam pandangan mata mereka-red.,)

Makna lafazh al-Khannaas : Yakni, sifat syaithan tersebut; yang menjauh dan bersembunyi ketika disebut nama Allah. Ia banyak menjauh dan membelakangi. Bila disebut nama Allah, ia bermalas-malasan (merasa sesak) dan bila seorang hamba tidak menyebut Rabbnya ia merasa senang sekali.

Makna lafazh al-Ladzii Yuwaswisu fii shuduurin Naas : yaitu membisikkan agar berbuat maksiat, menganjurkan agar melakukan perbuatan buruk serta mengajak seorang hamba agar ta’at dan beribadah kepada selain Allah. Asli kata, “al-Waswasah” adalah ucapan yang tersembunyi, yang sampai ke hati tetapi suaranya tidak didengar.

Makna lafazh Minal Jinnati Wan Naas : Yakni dari syaithan-syaithan kalangan jin dan manusia. Jadi, bisikan syaithan dari kalangan jin adalah sebagai yang telah disebutkan sedangkan bisikan syaithan dari kalangan manusia adalah menampakkan orang tersebut sebagai seorang yang suka menasihati dan bersimpati pada orang agar orang itu tunduk kepadanya dan mengikuti jejaknya.



Beberapa Pesan

1. Disyari’atkannya berlindung kepada Allah dan ta’awwudz dari syaithan dan konco-konconya

2. Disyari’atkannya memuji Allah dengan sifat-sifat pujian dan pengagungan yang pantas untuk-Nya sebelum memohon/meminta kepada-Nya

3. Siapa yang berlindung kepada Allah dengan setulus-tulusnya, niscaya sudah cukup baginya


(SUMBER: Silsilah Manaahij Dawraat asy-Syar’iyyah- fi`ah an-Naasyi`ah- at-Tafsiir karya Dr.Ibrahim bin Sulaiman al-Huwaimil, h.60-61)
http://alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatquran&id=64
Back to top Go down
View user profile http://intisonline.com
 
TAFSIR AL-MU'AWWIDZATAIN (SURAH AL-FALAQ DAN AN-NAAS)
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
INTIS - Merintis Jalan Sunnah :: Forum Ilmu :: Al-Quran-
Jump to: